
Pertarungan Belanda kontra Jerman selalu
menyajikan duel panas bertensi tinggi. Inilah duel klasik antara dua musuh
abadi. Insiden yang paling menyita perhatian adalah cekcok antara Rudi Voeller
di kubu Der Panzer dan Frank Rijkaard di pihak De Oranje. Keduanya terlibat
insiden peludahan ketika kedua tim bertemu di 16 besar Piala Dunia 1990.
Pada Pertandingan dini hari tadi (14/6) akhirnya Belanda menyerah 1-2 kepada Jerman pada pertandingan matchday
2 Grup B Piala Eropa 2012, di Metalist Stadium, Rabu (13/6/2012). Hasil itu
membuat Belanda duduk di dasar klasemen dengan poin nol, kalah tiga angka dari
Denmark dan Portugal di tempat ketiga dan kedua.
Dengan begitu, untuk masuk perempat final, selain harus menang setidaknya 2-0
atas Portugal pada matchday ketiga, Belanda juga membutuhkan bantuan Jerman
untuk mengalahkan Denmark. Sementara Jerman hanya membutuhkan hasil seri untuk
masuk perempat final.
Kemenangan Jerman diawali gol Mario Gomez pada menit ke-24. Dalam keadaan
memunggungi gawang lawan dan terkawal pemain lawan, Gomez menjangkau umpan
Bastian Schweinsteiger, membalik badan, dan melepaskan tembakan akurat yang
gagal dihalau Maarten Stekelenburg.
Gomez mencetak gol keduanya pada menit ke-38. Setelah menguasai umpan terobosan
Schweinsteiger, ia menggiring bola dan melepaskan tendangan kaki kanan yang
membuat bola melesat masuk gawang Belanda.
Belanda memangkas selisih lewat Robin van Persie pada menit ke-73. Dari luar
kotak penalti, Van Persie melepaskan tendangan yang membuat bola kiriman Wesley
Sneijder melesat masuk sudut kiri bawah gawang Manuel Neuer.
Kedua kubu bermain terbuka sejak menit awal. Sementara Jerman kesulitan menuntaskan
serangan dengan eksekusi, Belanda menciptakan sejumlah peluang yang tidak
dimanfaatkan secara optimal.
Pada menit keenam, misalnya, Robin van Persie melepaskan tembakan yang mengarah
tepat ke Manuel Neuer. Empat menit kemudian, Van Persie melihat tembakannya
dari tengah kotak penalti, meleset ke sisi kanan gawang Jerman.
Setelah gol pertama Gomez, permainan tak banyak berubah. Belanda tetap dominan,
tetapi Jerman tak mengalami kesulitan memangkas serangan lawan dan melancarkan
balasan.
Jerman mulai tampak mengendalikan keadaan setelah gol kedua Gomez. Selain bisa
meredam agresivitas Belanda, mereka semakin sering membahayakan gawang Belanda.
Namun, Stekelenburg melakukan penyelamatan penting yang membuat peluang emas
Jerman gagal berbuah gol, misalnya tembakan Schweinsteiger pada menit ke-45+1.
Jerman membuka babak kedua dengan serangan yang berujung tembakan dari Mats
Hummels. Namun, Stekelenburg bisa mengantisipasinya. Belanda membalas itu
dengan tembakan Van Persie, pada menit ke-57, yang meleset dari sasaran.
Empat menit kemudian, Sneijder melepaskan tembakan yang diblok Holger
Badstuber. Kegagalan itu disusul tembakan Van Persie, yang membuahkan gol.
Setelahnya, Belanda cukup mampu mempertahankan tekanan. Namun, Jerman
memperbaiki koordinasi permainan mereka, sehingga selain bisa memotong alur
serangan lawan, juga bisa melancarkan sejumlah serangan berbahaya. Namun, skor
1-2 tak berubah hingga peluit berbunyi panjang.
Menurut
catatan UEFA, selama pertandingan, Belanda menguasai bola sebanyak
52 persen dan melepaskan enam tembakan akurat dari 13 usaha. Adapun Jerman
menciptakan sembilan peluang emas dari 12 percobaan.
Susunan pemain
Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 4-Joris
Mathijsen, 3-John Heitinga, 15-Jetro Willems, 2-Gregory Van Der Wiel; 8-Nigel
De Jong, 6-Mark Van Bommel (23-Rafael Van der Vaart 46), 20-Ibrahim Afellay
(9-Klaas-Jan Huntelaar 46), 11-Arjen Robben (7-Dirk Kuyt 81); 16-Robin van
Persie, 10-Wesley Sneijder
Jerman: 1-Manuel Neuer; 14-Holger
Badstuber, 5-Mats Hummels, 16-Philipp Lahm, 20-Jerome Boateng; 7-Bastian
Schweinsteiger, 6-Sami Khedira, 10-Lukas Podolski, 13-Thomas Mueller (15-Lars
Bender 90); 23-Mario Gomez (11-Miroslav Klose 72), 8-Mesut Oezil (18-Toni Kroos
79)
KHARKIV, KOMPAS.com