Guyon Suroboyoan - Wonokairun Radio Suzana - Bagi penggemar radio Suzanna, pastilah mengenal sosok Wonokairun yang lugu dan kocak. Saat mendengarkan humor-humor Suroboyoan ala Wonokairun di file kompi-pun, saya ketawa ngakak nggak berhenti-berhenti...hehe. Berikut beberapa humor Suroboyoan yang sudah di-translate ke dalam bahasa Indonesia,...
Menunggu Bis
Romlah antri menunggu bis kota saat akan berangkat kerja. Dandanannya sangat seksi, berlipstik merah dan pakai rok mini.
Saat akan naik bis kota, karena rok mininya terlalu ketat, Kaki Romlah tak bisa naik ke pijakan (pintu) bis.
Romlah merogoh resletingnya, agar rok belakangnya terasa lebih longgar.
Setelah resletingnya diturunkan, roknya masih saja terasa ketat, (dan) kaki Romlah tetap tak bisa naik ke Bis.
Romlah mencoba sekali lagi menurunkan resletingnya agar roknya makin terasa longgar
Namun ternyata, tetap saja, kaki Romlah tetap tak bisa naik ke Bis.
Romlah mencoba lagi hingga tiga kali, (dan) tetap saja tak bisa…
Kondektur yang sudah tak sabar, berteriak-teriak…
Tiba-tiba ada sebuah tangan lelaki yang memegang pantat Romlah dari belakang, mendorong Romlah naik ke Bis.
Romlah langsung melotot dan melabrak lelaki itu."Semprul !!! Kamu bener-bener tak sopan, Mas. Tak kenal saya, berani-beraninya memegang pantat saya!!".
Si lelaki langsung menyahut,"Ya, sampeyan, Ning, yang tak sopan, Tak kenal saya, kok berani-beraninya membuka resleting celana saya tiga kali…."
Mencuci Kucing
Wonokairun membeli Rinso Di toko Bunali.
“Mbah, kok tumben sampeyan cuci-cuci sendiri ?” takok Bunali.
“Aku mau mencuci kucing” ujar Wonokairun.
"Apa nggak salah, Mbah?!” Bunali bingung.
“Iya, soalnya kucingku banyak kutunya.” Ucap Wonokairun.
“Wah, bisa-bisa mati kucing sampeyan, Mbah” Bunali mengingatkan.
“Lho, Temanku kemarin begitu, ya tak apa-apa, kok” kata Wonokairun.
Setelah membayar, Wonokairun pulang dan berniat mencuci kucingnya.
Esoknya, Wonokairun datang lagi ke toko Bunali mau beli rokok.
“Gimana kucingnya, mbah ?” tanya Bunali.
“Kucingku mati “ ujar Wonokairun.
“Nah, bener khan?! Sampeyan sudah saya beritahu, tak percaya. Ngapain juga kucing dicuci pakai Rinso, Padahal ada obat Kutu” Kata Bunali marah.
“Kucingku mati bukan karena Rinso” kata Wonokairun menerangkan.
“Kenapa, Lho ??” Bunali gak sabar.
“Kuperas . . . .”
Sumber : saturindu
Menunggu Bis
Romlah antri menunggu bis kota saat akan berangkat kerja. Dandanannya sangat seksi, berlipstik merah dan pakai rok mini.
Saat akan naik bis kota, karena rok mininya terlalu ketat, Kaki Romlah tak bisa naik ke pijakan (pintu) bis.
Romlah merogoh resletingnya, agar rok belakangnya terasa lebih longgar.
Setelah resletingnya diturunkan, roknya masih saja terasa ketat, (dan) kaki Romlah tetap tak bisa naik ke Bis.
Romlah mencoba sekali lagi menurunkan resletingnya agar roknya makin terasa longgar
Namun ternyata, tetap saja, kaki Romlah tetap tak bisa naik ke Bis.
Romlah mencoba lagi hingga tiga kali, (dan) tetap saja tak bisa…
Kondektur yang sudah tak sabar, berteriak-teriak…
Tiba-tiba ada sebuah tangan lelaki yang memegang pantat Romlah dari belakang, mendorong Romlah naik ke Bis.
Romlah langsung melotot dan melabrak lelaki itu."Semprul !!! Kamu bener-bener tak sopan, Mas. Tak kenal saya, berani-beraninya memegang pantat saya!!".
Si lelaki langsung menyahut,"Ya, sampeyan, Ning, yang tak sopan, Tak kenal saya, kok berani-beraninya membuka resleting celana saya tiga kali…."
Mencuci Kucing
Wonokairun membeli Rinso Di toko Bunali.
“Mbah, kok tumben sampeyan cuci-cuci sendiri ?” takok Bunali.
“Aku mau mencuci kucing” ujar Wonokairun.
"Apa nggak salah, Mbah?!” Bunali bingung.
“Iya, soalnya kucingku banyak kutunya.” Ucap Wonokairun.
“Wah, bisa-bisa mati kucing sampeyan, Mbah” Bunali mengingatkan.
“Lho, Temanku kemarin begitu, ya tak apa-apa, kok” kata Wonokairun.
Setelah membayar, Wonokairun pulang dan berniat mencuci kucingnya.
Esoknya, Wonokairun datang lagi ke toko Bunali mau beli rokok.
“Gimana kucingnya, mbah ?” tanya Bunali.
“Kucingku mati “ ujar Wonokairun.
“Nah, bener khan?! Sampeyan sudah saya beritahu, tak percaya. Ngapain juga kucing dicuci pakai Rinso, Padahal ada obat Kutu” Kata Bunali marah.
“Kucingku mati bukan karena Rinso” kata Wonokairun menerangkan.
“Kenapa, Lho ??” Bunali gak sabar.
“Kuperas . . . .”
Sumber : saturindu
